Memenuhi Syarat, Tapi Kok Tidak Diterima Bekerja?

Anda merasa sudah memenuhi kriteria yang disyaratkan dalam iklan lowongan pekerjaan, atau berhasil meyakinkan pewawancara dengan jawaban yang memuaskan, tetapi kenapa pekerjaan impian tersebut lepas dari tangan Anda?

Mencari pekerjaan kadang-kadang memang tricky. Untuk bisa diterima, Anda tidak hanya mengandalkan kualifikasi yang tepat, tetapi juga pengalaman, chemistry dengan pewawancara, dan sejumput keberuntungan. Dengan berasumsi bahwa Anda telah melakukan semua “pe er” Anda dengan baik, coba kenali lagi, apakah ada faktor-faktor lain yang membuat Anda gagal meraih pekerjaan yang Anda impikan.

1. Job description
Beberapa iklan lowongan pekerjaan mencantumkan kriteria latar belakang pendidikan, berikut tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan pelamar bila diterima bekerja. Baca dengan baik uraian tersebut. Apakah Anda benar-benar sudah memenuhi semua persyaratan yang dicantumkan? Jika Anda berpikir bisa lolos meskipun tidak memiliki pengalaman sekian tahun di bidang yang sama, atau tidak memiliki gelar S2 seperti yang diminta, lupakan saja.

Job description adalah dasar dalam merekrut kandidat untuk posisi manajer. Dengan jumlah pelamar yang begitu banyak, rekruter tentu dituntut untuk menerima yang terbaik, dan itu artinya Anda harus memenuhi setiap syarat yang ditentukan. Meskipun begitu, tidak berarti Anda jadi mudah menyerah. Jika Anda merasa tidak memenuhi salah satu persyaratan, lakukan sesuatu.

2. Memainkan kata-kata
Surat lamaran yang diketik dengan rapi tanpa ada kesalahan grammar atau salah ketik saja, tidak cukup. Tak peduli betapa menariknya penampilan surat lamaran dan CV Anda, yang penting adalah kalimat-kalimat yang Anda cantumkan di sana. Jika manajer rekrutmen harus bersusah-payah menerjemahkan isi tulisan Anda, jangan kaget bila Anda tidak menerima undangan untuk wawancara. Susun CV Anda dengan kata kunci yang tepat. Gunakan kalimat-kalimat powerful yang mengimplikasikan tindakan, dan jual lah pengalaman Anda dengan meng-highlight pencapaian-pencapaian yang spesifik. Kata kunci yang tepat adalah resep Anda agar surat lamaran Anda mendapat perhatian utama.

3. Andalkan jejaring sosial
Anda biasa browsing melalui kategori pekerjaan? Atau mencari tahu lewat departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia? Atau bahkan melihat-lihat lowongan pekerjaan di website perusahaan yang Anda incar? Coba perluas kemungkinan yang ada. Jejaring sosial saat ini juga bisa menghubungkan Anda dengan pekerjaan yang Anda ingin. Gunakan LinkedIn atau Excelle untuk menampilkan daftar riwayat hidup Anda, dan memelihara relasi dengan teman-teman yang bekerja di banyak bidang perusahaan. Anda tak akan pernah tahu metode mana yang akan berhasil.

4. Bukan orang yang cocok
Tidak ada resep yang sempurna agar Anda bisa diterima bekerja. Anda bisa saja mempersiapkan diri sebaik mungkin, entah dengan berpakaian yang pantas, datang tepat waktu, dan siap dengan jawaban yang memuaskan, namun Anda tetap tidak diterima. Apa yang menyebabkannya? Kadang-kadang, ada unsur kepribadian yang tidak Anda miliki, atau ada pertentangan dengan budaya perusahaan. Kalau sudah begini, kualifikasi memang tidak lagi jadi satu-satunya syarat.

5. Faktor keberuntungan
Apakah jika Anda telah melakukan semuanya dengan baik, posisi tersebut dijamin akan menjadi milik Anda? Belum tentu. Mencari pekerjaan tidak selalu seperti persamaan dimana langkah yang benar akan menjamin jawaban yang benar. Dalam hal ini, unsur keberuntungan lebih memegang peranan. Posisi tersebut bisa saja diraih oleh kandidat lain yang sama kualifikasinya dengan Anda. Tetapi kandidat tersebut mungkin bersedia direkrut dengan gaji yang lebih rendah daripada Anda, atau ia lebih menarik perhatian calon user-nya. Apapun bisa menjadi penyebabnya.

Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah berterima kasih karena kesempatan wawancara yang diberikan, dan tetap menjaga hubungan. Siapa tahu Anda akan menjadi orang pertama yang dihubungi ketika ada lowongan lagi!

6. Harapan yang tinggi
Wajar bila Anda menaruh harapan tertentu pada pekerjaan atau perusahaan yang baru. Entah itu gaji yang lebih besar, paket kesehatan yang berpihak pada karyawan, atau peluang untuk melanjutkan pendidikan lagi, dan lain sebagainya. Kita semua tentu berusaha mencapai pekerjaan impian, tetapi apa salahnya bila kita menerima pekerjaan lain yang cukup baik? Tanyakan pada diri Anda, apa yang bersedia Anda korbankan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Mengubah mindset juga bisa memperluas hasil pencarian pekerjaan dengan drastis. Bahkan mungkin Anda bisa menemukan gaji lebih tinggi, lebih cepat daripada yang Anda kira.

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s