Penampilan Itu Penting

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, bahwa cara penampilan kita akan mempengaruhi gaji kita. Para peneliti meneliti data pekerja tujuh ribu orang dewasa. Mereka membagi orang-orang itu berdasarkan penampilan dan membandingkan pekerjaan mereka dengan gaji yang mereka terima. Mereka yang penampilannya di bawah rata-rata mendapat gaji yang lebih rendah dari pada mereka yang penampilannya di posisi rata-rata. Mereka yang berpenampiran di rata-rata mendapat gaji lebih rendah dari pada yang mereka yang berpenampilan di atas rata-rata.

Penampilan bisa apa saja. Gaya dan kerapihan berpakaian, kilau sepatu Anda, kerutan di kemeja Anda, pemilihan warna baju,, dan semua hal yang mempengaruhi penampilan Anda.  Cara Anda menata dan gaya serta kerapihan rambut Anda, cara Anda memakai make up, semua berpengaruh.

Tapi factor penentu utama adalah selain pentingnya penampilan tadi adalah senyum di wajah Anda, kemudian sikap humor Anda. Rasa humor dan sikap yang positif sangat penting saat Anda memasuki dunia tingkat atas.

 

Realitasnya adalah orang mempromosikan orang lain. Sudah ada banyak bukti kalau semuanya seimbang, kita akan mempromosikan orang yang kita sukai dan bukan orang yang tidak kita sukai atau orang yang kita kenal selewat saja. Pertanyaannya, siapa yang kita sukai? Saya yakin jawaban Anda adalah orang yang menyenangkan, ceria, dan optimis dan bukan orang yang muram dan suka bersikap negative. Fakta membuktikan kalau orang yang ceria dan optimis akan mendapat lebih banyak dan bisa lebih bekerja sama dengan rekan-rekannya dari pada mereka yang punya sikap negatif. Singkat kata, kita mencari orang-orang yang cocok, bisa bekerja lebih dan menyenangkan untuk berada di sekeliling kita.

Jadi lengkapi diri Anda dengan penampilan terbaik, termasuk senyum dan rasa humor dan jadilah orang yang selalu hangat dn optimis. Cobalah! Dan saya jamin Anda akan bergabung dengan mereka yang mendapat gaji di atas rata-rata dan sukses dalam hidup. Lakukan nasihat ini dengan sungguh-sungguh. (Zig Ziglar, “Something To Smile About).

“Seorang optimis melihat sebuah gelas setengah penuh; Seorang pesimis melihat sebuah gelas setengah kosong. Seorang realis tahu kalau dia terus ada di sana, dia harus mencuci gelas itu pada akhirnya.”

(Los Angeles Times, diambil dari Speecwriter Newsletter).

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s