Orang Asia Mudah Terkena OSA Dibanding Orang Barat

Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan tingkat prevalensi terbesar untuk resiko Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu sebuah penyakit di mana terdapat potensi pernapasan berhenti selama tidur. Data yang dipublikasikan http://www.wrongdiagnosis.com, menyebutkan prevalensi warga AS terkena OSA mencapai 12.955 juta jiwa.

Pakar Kesehatan Tidur, Rimawati Tedjasukmana SpS RPSGT, menjelaskan besarnya angka prevalensi warga AS dan mungkin masyarakat barat, disebabkan berat badan. Dengan tingkat kesejahteraan yang baik, berikut tingkat gizi yang bagus, AS dan negara barat lain berpotensi obesitas.

“Pada penderita obesitas terdapat timbunan lemak pada sekitar leher dan jalan pernafasan. Akibatnya, ketika otot-otot relaks timbunan lemak ini akan menghambat aliran udara ke tenggorokan dan paru,” papar dia, dalam acara WorkshopBahaya di Balik Mendengkur, di Jakarta, Kamis (15/3).

Lantas bagaimana dengan Indonesia dan Asia? Menurut data tersebut, Indonesia dan Asia berada di posisi kedua dengan angka prevalensi 10 jiwa dari keseluruhan populasi penduduk. “Yang penting untuk diperhatikan, masyarakat Asia mudah terkena OSA karena ukuran hidung, rongga pernafasan, dan leher yang lebih kecil,” kata dia.

Iklan

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s