Cara Bergaul Dengan Orang Lokal

Punya kenalan penduduk lokal banyak keuntungannya. Antara lain, kita bisa mengetahui tempat-tempat yang belum terjamah turis, bisa dapat harga lebih murah saat belanja, atau bisa lebih menyelami budaya setempat.


Seorang remaja di tengah anggota suku Shompole, Great Rift Valley, Kenya. Kredit foto: Thinkstock

Nah, bagaimana cara berkenalan, bergaul, dan membaur dengan warga lokal ketika kita jalan-jalan? Silakan coba kiat berikut:

Mencairkan suasana

Senyum adalah bahasa universal untuk mencairkan suasana. Memberi kesan ramah, bersahabat dan bermaksud baik adalah awal yang wajib. Setelah itu, perkenalkanlah diri Anda. Usahakan mengingat dan menyebut nama orang-orang yang ada dengan benar selama pembicaraan.

Bila nama tersebut terlalu sulit diingat, gunakan sebutan umum seperti bapak, ibu, kakak atau lainnya. Mulailah pembicaraan dengan pertanyaan-pertanyaan umum seputar objek wisata setempat. Misalnya apa makanan khas lokal, tempat wisata sekitar area yang menarik, bagaimana mencapainya dan sebagainya.

Tunjukkanlah sikap seolah-olah informasi yang diberikan sangat penting dan baru bagi Anda meski Anda sudah tahu.

Sopan santun

Saat berinteraksi dengan siapa pun, jagalah sopan santun. Apalagi bila sebagai orang asing yang sedang bertamu di suatu wilayah. Jangan sampai Anda melakukan sesuatu yang ganjil atau mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Secara umum, standar kesopanan di mana-mana sama saja — terutama menyangkut sikap atau bahasa tubuh.

Topik pembicaraan

Kadang memang sulit untuk berbicara dengan orang asing (di tempat asing pula). Bisa jadi Anda takut salah bicara dan menyinggung. Untuk menghindari hal-hal seperti itu, pilihlah topik pembicaraan yang umum dan ringan. Hindari topik sensitif seperti agama, politik, dan suku atau ras.

Jika lawan bicara Anda memulai topik-topik seperti itu, tanggapi dengan sopan namun tidak antusias. Meski Anda setuju dengan pemikiran lawan bicara, topik sensitif cukup didengarkan saja, tidak perlu ditimpali dan diperpanjang, apalagi didebat. Selain mudah memancing emosi, pembicaraan seperti ini hanya akan membuat ruwet dan suasana panas. Bukannya dapat teman, Anda malah mendapat masalah.

Humor

Untuk membuat suasana hangat dan tidak kaku, menyelipkan humor dalam pembicaraan adalah solusinya. Namun, Anda harus pandai-pandai memilih jenis humor yang akan diangkat.

Sudah tentu humor sensitif menyangkut SARA dan mencela fisik harus dihindari. Juga jangan menggunakan humor yang bersifat lokal yang hanya dimengerti oleh orang yang berasal dari daerah Anda. Akibatnya humor Anda tidak dapat dimengerti dan suasana jadi garing. Anda bisa mengambil topik-topik humor yang sedang populer di media atau tebak-tebakan yang ringan.

Mendengarkan

Dalam sebuah pembicaraan, apalagi Anda sebagai tamu di tempat asing, jangan pernah mendominasi. Jadilah pendengar yang baik walaupun pembicaraannya tidak menarik minat Anda. Ingat selalu tujuan Anda terlibat dalam pembicaraan itu adalah untuk menjadi jembatan agar bisa bergaul dengan orang lokal.

Bila Anda “terjebak” dalam sebuah pembicaraan yang panjang dan membosankan, keluarlah dari situasi itu dengan perlahan. Dengarkan dulu beberapa lama, kemudian beri alasan yang masuk akal bahwa Anda harus segera pergi.

Traktir

Jika sudah menemukan satu atau sekelompok orang lokal yang ingin Anda jadikan teman gaul selama di sana, sesekali traktirlah mereka minum atau makan. Tidak perlu yang mahal, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa Anda ingin berteman dengan mereka. Juga jangan berlebihan sehingga terkesan Anda tidak tulus dan membeli pertemanan.

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s