5 Situasi di Mana Pasangan Anda Buruk Bagi Kesehatan Anda

Jangan mengeluh karena Anda sudah bertahun-tahun menjomblo. Ternyata memiliki pasangan pun bisa berdampak buruk bagi kesehatan, jika terjadi salah satu dari lima situasi berikut ini.

Cemburu
Wajah yang penuh kecemburuan tidak pernah sedap dipandang. Bukan hanya cemburu itu adalah emosi yang jelek, hal itu juga memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Umumnya, wanita merasa stres, marah dan ketakutan ketika pasangan mereka melakukan sesuatu yang membuat cemburu.

Menurut Dr. Jane Flemming dari London, perasaan menyesakkan tersebut — stres, marah, dan ketakutan — adalah campuran perasaan yang Anda tidak akan pernah mau rasakan. Perasaan tersebut dapat memicu respon melawan atau kabur dalam diri Anda, yang akan meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan adrenalin. Selain itu kecemburuan dikatakan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan bahkan dapat memicu insomnia.

‘Bad mood’
Apakah kekasih Anda membuat sebal, jengkel atau ingin meledak? Jika Anda merasa terganggu dengan acara olahraga yang ditontonnya dengan suara yang sangat kencang, kecerobohannya saat menggunakan toilet, dan selalu membuat berantakan, maka waspadalah.

Merasa galau, tidak sabar dan jengkel terus-menerus dapat merusak kesehatan karena hal tersebut membuat Anda jadi bad mood (mood yang jelek) dan lebih sering gelisah. Akibatnya, Anda jadi lebih rentan terkena penyakit karena sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Untuk melawan stres yang disebabkan pasangan, pastikan Anda mendapat seks berkualitas dari pasangan. Penelitian menunjukan bahwa orang yang sering berhubungan seks lebih tahan stres.

Tidak bertengkar
Walau para ahli menyarankan Anda tidak boleh selalu mengonfrontasi pasangan setiap dia membuat kesal, tampaknya dengan tidak mengacuhkan situasi menjengkelkan dapat merusak tubuh Anda.

Sebuah penelitian panjang di Michigan menemukan bahwa wanita yang memendam amarahnya saat berargumen dengan pasangan memiliki risiko meninggal karena penyakit jantung, kanker atau stroke dua kali lebih besar. Jadi, ketika berargumen dengan pasangan, mungkin sebaiknya Anda tidak memendam perasaan.

Tidak bisa tidur
Sementara pria tidur terlelap di samping pasangannya, wanita yang tidur dengan pasangannya lebih kesulitan untuk bisa tidur. Penelitian mengungkapkan bahwa kebanyakan wanita lebih sering bangun lebih awal ketika tidur dengan pasangannya, karena mereka lebih mudah terbangun dan para pria kebanyakan sering mendengkur.

Rata-rata para wanita, khususnya yang pasangannya seorang pendengkur keras, tidurnya kurang dari enam jam setiap malam, mungkin Anda harus mempertimbangkan mengubah pola makan atau pindah kamar. Penelitian menemukan, orang yang kurang tidur 12 persen berisiko lebih besar meninggal dalam rentang waktu 25 tahun dari mereka yang tidur 6-8 jam setiap malam.

Konsumsi makanan yang lebih banyak
Ketika Anda berhubungan dengan seorang pria, terdapat kecenderungan untuk makan lebih banyak dari porsi makan dan porsi minum. Ketika pasangan Anda makan, Anda juga tergoda ingin makan. Ketika dia minum Anda juga menginginkannya. Tetapi menyamakan porsi makanan dan minuman dengan pasangan Anda bisa berakibat buruk terhadap kesehatan.

Pria lebih cepat membakar kalori dari wanita, dan pria cenderung lebih berat, yang berarti pasangan Anda memang porsi makannya lebih besar dari Anda.

Namun, kebanyakan wanita porsi makannya berubah setelah berpasangan, yang menyebabkan kelebihan berat badan. Sebuah penelitian menemukan bahwa dalam rentang lima tahun setelah menikah, wanita naik berat badannya sekitar 4 kg dibandingkan ketika jomblo.

Iklan

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s