Empat Cara Ketahui Kematangan Daging Panggang

Walaupun aku telah memasak daging di pemanggang (dan kompor) berkali-kali, aku masih merasa sedikit cemas saat akan memotongnya. Takut dagingnya masih mentah — terutama saat aku menghidangkannya kepada orang lain yang bukan keluarga.

Tak ada yang lebih buruk dari mengembalikan daging steak, ayam atau daging burger yang belum matang kembali ke pemanggang. Itu sangat memalukan.

Aku bisa saja menggunakan termometer, tapi sejak bekerja sebagai editor pada asosiasi makanan di EatingWell Magazine, terus terang aku merasa “sok pasti tahu” ketika daging yang aku masak sudah matang. Jika Anda ingin terlihat keren, berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui apakah daging sudah masak dan cara menggunakan termometer dengan benar.

 

1. Gunakan termometer dengan benar

Bila Anda menggunakan termometer daging untuk memeriksa kematangan, masukkan di bagian paling tebal. Jika memasak daging yang bertulang, pastikan termometer tidak menyentuh tulang — sebab tulang adalah penghantar panas jadi hasilnya tidak akurat. Ketahui pula suhu standar daging sudah masak. USDA merekomendasikan temperatur aman minimum seperti berikut: daging sapi, domba dan babi (steak dan daging panggang) 63 derajat Celsius; ikan 63 derajat Celsius; daging sapi, 71 derajat Celsius ; unggas, 74 derajat Celsius.

2. Rasakan kematangannya

Cubitlah bagian bawah ibu jari Anda (tangan dalam keadaan rileks). Seperti itulah lembeknya daging mentah. Sentuh ibu jari dengan jari tengah Anda lalu cubitlah bagian bawah ibu jari tadi. Seperti itulah lembeknya daging setengah matang.

Untuk mengetahui daging yang dua pertiga matang, sentuh ibu jari daging dengan jari manis lalu cubit bagian bawah ibu jari.  Untuk mengetahui apa apakah daging sudah benar-benar matang, sentuh ibu jari dengan jari kelingking lalu cubit bagian bawah ibu jari.

Untuk bisa menguasai teknik ini, dibutuhkan latihan untuk menguasai sentuhan. Jadi gunakan termometer Anda sebagai cadangan sampai Anda pikir Anda benar-benar memahami metode “tes dengan jari”. Metode ini bekerja lebih baik dengan potongan daging yang lebih kecil.

3. Tekan daging untuk melihat apakah cairan yang dikeluarkan daging itu berwarna merah atau bening

Metode ini berlaku khususnya untuk ayam. Jika Anda tekan dada ayam dan cairan yang keluar berwarna bening, maka mungkin sudah matang. Jika cairan berwarna merah atau memiliki warna merah muda, ayam Anda mungkin belum matang. Beberapa orang tidak suka metode ini karena:

a) Anda benar-benar tidak ingin mengkonsumsi ayam yang dimasak di bawah suhu 74 derajat Celsius (dan Anda tidak akan benar-benar tahu kecuali Anda menggunakan termometer atau memotongnya)

b) Cairan yang keluar seharusnya tetap berada di daging untuk menjaga kelembapan.

4. Periksa ukuran — apakah ukuran daging menyusut?

Sangat mudah tertipu jika hanya mengamati warna luar daging, terutama ketika memanggang. Daging steak atau dada ayam bisa terlihat siap untuk dimakan dengan tanda panggangan yang terlihat menarik, tapi ternyata masih dingin dan belum matang di dalam.

Satu hal yang dapat diamati ketika memasak di atas panggangan adalah ukuran daging. Jika terlihat bagus dan kecoklatan di luar tetapi tidak menyusut sama sekali, itu mungkin masih kurang matang. Jika mulai terlihat lebih kecil, maka kemungkinan itu sebentar lagi matang. Perubahan akan menjadi sulit terlihat. Jika daging Anda jauh lebih kecil daripada ketika Anda mulai memasak, mungkin daging itu terlalu matang.

Berikan Tanggapan kamu yah ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s